November 24, 2009 oleh praja04
“Kalau mau jujur itu sakit semua mas, teorinya gitu, saya sudah mempraktekkannya.”, ujar orang disebelahku, yang belum aku kenal sebelumnya. Meskipun begitu, dengan tanpa tendeng aling-aling ia mau menceritakan kehidupan pribadinya kepadaku, seperti bercerita pada kawan lama. Mungkin karena saat itu kita memiliki satu nasib yang sama, terjebak dalam hujan deras yang nggak berhenti-berhenti dan bersama-sama ngiup di langgar wakaf.
“Kalau mau korupsi mas, saya mungkin sudah bertahan di tempat kerja saya yang dulu, tapi saya nggak bisa..”, lanjut orang itu.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas, Catatan Politik, Catatan Pribadi | Bertanda akal sehat, kejujuran, korupsi | 1 Komentar »
November 24, 2009 oleh praja04
Salah satu indikasi ketidakefektifan dalam komunikasi adalah ketidaksamaan persepsi antara yang penyampai informasi (transmiter) dengan penerimanya (receiver). Ketika si receiver tidak menemukan sinyal yang dipancarkan transmitter, maka dalam istilah gaul sekarang orang akan bilang, “gk konek!”. Maka, itulah yang terjadi pada pidato penting Presiden malam kemarin, yang sangat ditunggu-tunggu oleh 240 juta rakyat Indonesia, untuk memutuskan kelanjutan kasus pimpinan KPK non aktif Bibit dan Candra dan beberapa rekomendasi dari Tim 8 lainnya.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas, Catatan Politik | Bertanda Bibit Candra, pidato SBY | 5 Komentar »
November 2, 2009 oleh praja04
Hati-hati, jangan men-charge ponsel atau peralatan elektronik anda di sembarang tempat. Bisa jadi anda akan dituduh sebagai pencuri listrik. Kasus ini menimpa seseorang di Jakarta lantaran ia mengisi baterai handphonenya di sebuah rusun. Hal tersebut ia lakukan ketika terjadi gempa di tasikmalaya, dan ia ingin mengabarkan kondisinya ke kerabat terdekat. Sedangkan baterai alat komunikasinya tersebut habis. Setelah selesai, tiba-tiba dibelakangnya sudah berdiri dua orang petugas polisi yang dengan segera menangkapnya.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas | Bertanda Kriminalisasi KPK, Mafia Hukum, Rekayasa | Leave a Comment »
Oktober 26, 2009 oleh praja04
“mas, kompas masih ada?”, tanyaku pada penjual koran depan kompleks. Maklum hari itu adalah hari ketika SBY dilantik kembali menjadi presiden. Opini yang berkembang di masyarakat pasti beragam, tidak hanya pro dan kontra.
“masih mas“, jawab sang penjual sambil menata tumpukan koran. Seketika mataku tertuju ke salah satu harian, karena media itu tidak menjadikan momen pelantikan SBY yang meriah itu sebagai headline news. “Ibu-Ibu Deklarasikan Klub Poligami”, tulis harian itu besar-besar di halaman pertamanya. Dibawahnya terdapat foto besar yang menggambarkan seorang laki-laki yang menggandeng tiga orang istri beserta anak-anaknya dengan wajah yang sumringah, menunjukkan kebahagiaan.
“Ini lho bu, poligami itu boleh kan“, kata lelaki penunggu warung kopi pada istrinya, sambil menunjuk harian tadi. Kabarnya ia sudah mempunyai dua orang istri. Anaknya yang masih kecil sedang tertidur pulas di pangkuan ibunya. Dua anaknya yang lain sedang asyik berkejaran satu sama lain.
Aku yang sempat mendengar perkataan lelaki itu hanya bisa bergumam, “boleh dengkulmu krowak!” Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas | Bertanda poligami | Leave a Comment »
Oktober 19, 2009 oleh praja04
Perjalananku sampai pada Monsanto, sebuah industri raksasa agrobisnis, di negeri Paman Sam. Geram dengan kerakusan dan kebengisannya yang dengan semena-mena mencabut hak hidup petani dengan dalih bioteknologi. Kemudian terbang kembali ke Sleman, Yogyakarta, mendengar keluh kesah petani yang terjebak dalam arus pasar bebas dengan berbagai macam aturan “manis”-nya. Tetapi perjalananku terhenti di kampung Dukuh, Cikelet, Jawa Barat. Takjub melihat keserasian penduduk kampungnya dengan alam. Ternyata kearifan lokal telah menjaga kampungnya dari efek buruk globalisasi. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas | 4 Komentar »
September 8, 2009 oleh praja04
Seperti biasanya, nuansa lebaran sudah terasa meskipun masih berlangsung beberapa belas hari lagi. Jamaa’ah tarawih masih tetap penuh, tetapi berbeda tempat dan nuansa. Pada waktu awal puasa di masjid, surau, mushola, langgar berdesak-desakkan dengan jama’ah, hingga takmir menggelar beberapa tikar. Menjelang pertengahan gantian para jama’ah menggelaratarawih di mall dan pertokoan, memburu diskon besar-besaran menyambut lebaran, sampai-sampai sang kasir kualahan meladeninya (tapi yang kedua ini tak perlu menggelar tikar
). Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas | Bertanda lebaran | 3 Komentar »
Juli 9, 2009 oleh praja04
Pesta demokrasi kembali di gelar hari ini. Setelah sebulan penuh para capres dan cawapres “berjualan” visi, misi, program dan janjinya, kali ini ganti rakyat yang akan menentukan siapa pemimpin yang akan dipilihnya menjadi presiden republik tercinta ini. Hari inilah kedaulatan rakyat Indonesia ditunjukkan, setiap orang yang mengaku sebagai warga negara Indonesia yang sah memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk memilih pasangan presiden dan wapres yang akan mengelola negara ini selama lima tahun kedepan. Tua – muda, kaya – miskin, pria – wanita tidak ada bedanya dalam sistem demokrasi, semuanya memiliki hak yang sama untuk menentukan pemimpinnya. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Politik | Bertanda demokrasi, pilpres | Leave a Comment »
Juni 9, 2009 oleh praja04
UNAS tahun ini menyisakan tangis yang dalam. Sebanyak 33 sekolah 100% tidak lulus ujian akhir yang serentak diselenggarakan di seluruh Indonesia. Isu yang tidak sedap kemudian muncul, bahwa siswa-siswa di sekolah tidak lulus karena mendapat bocoran jawaban soal UNAS dari gurunya sendiri yang sayangnya bocoran tersebut banyak yang salah. Melihat kasus ini, dinas pendidikan nasional (diknas) kemudian bertindak reaktif, dengan mengadakan ujian ulang untuk ke 33 sekolah tersebut. Sontak, banyak sekali yang protes terhadap solusi yang diberikan oleh diknas ini, hingga masalah ini sampai ke meja dewan di senayan.
Kita turut berduka atas kejadian ini. Dimana bangsa kita sedang berupaya untuk meningkatkan martabat bangsa ini melalui pendidikan, ternyata implementasinya tidak seperti yang kita harapkan. Tidak hanya secara akademik (nilai UNAS), tetapi juga secara moral, anak-anak kita sejak dini sudah di ajari cara-cara yang tidak jujur. Tidak mengherankan jika pemberantasan korupsi melalui berbagai cara mulai dari reformasi birokrasi sampai pembersihan di wilayah kejaksaan sendiri sulit untuk dilakukan. Ketidakjujuran ini seolah-olah sudah begitu mengakar, warisan penjajah ini sudah sangat menyatu dengan tubuh bangsa kita. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Juni 4, 2009 oleh praja04
Surabaya, di usianya yang telah udzur, semakin bersolek. Di tengah kota, telah tercipta beberapa taman kota yang menjadi jujukan para warganya. Pancuran di pertigaan jalan, tugu dan art corner di jalur hijau. Asri, sejuk dan rindang. Sebagai penawar rasa kejenuhan dari rutinitas kota yang seakan tak ada habisnya. Trotoar di jantung kota diperlebar, memanjakan para pejalan kaki. Bibir Sungai mulai ditata, sehingga tampak keindahannya, layak menjadi media transportasi dan rekreasi. Pujasera di mana-mana, cocok bagi pelancong kuliner yang ingin merasakan nikmatnya makanan khas Surabaya. Sport center mulai dibangun di sudut kota, yang memberikan kenyamanan bagi warganya untuk berolah raga. Mall-mall bertaburan, semakin memantapkan visi Surabaya trade center, pusat perdagangan.
Tapi, ada sedikit sesal dalam hati. Bahwa itu semua tidak dapat dinikmati wargannya sendiri. Bahwa itu dibangun di atas cucuran tangis dan nyawa penduduknya. Bahwa keindahan itu hanya semu, keasrian itu hanya luka yang membara. Salahkah jika ku bertanya, apakah rela kau membangun taman yang begitu megah, menghabiskan bermilyar-milyar dana, tapi di perempatan jalan, anak kecil sedang mengais rejeki untuk makan esok hari? Apakah rela kau menata sungai sehingga tampak asri, tapi di depannya seorang ibu berjalan tak tentu arah, bingung mencari tempat singgahan, karena rumahnya digusur? Kuyakin, Surabayaku masih punya nurani. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas | Bertanda surabaya | Leave a Comment »
Mei 31, 2009 oleh praja04
“waktu itu saya merasa terpuruk sekali mas.. “, dengan mimik serius rekan baruku itu mengungkapkan pengalamannya. “Saya sampai tidak ada semangat untuk hidup.. berhari-hari saya kerjaannya melamun, hingga motor saya hilang karena itu“, lanjutnya. “saya waktu itu memang bodoh mas, sudah tahu bahwa ia sudah punya tunangan, eh, saya tetap nekat mengejarnya.. jadinya ya saya patah hati sedalam-dalamnya“, Kenangnya. “butuh waktu berbulan-bulan untuk mengembalikan kondisi awal saya, semangat awal saya“. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda Cinta, demokrasi | 4 Komentar »