Hati-hati, jangan men-charge ponsel atau peralatan elektronik anda di sembarang tempat. Bisa jadi anda akan dituduh sebagai pencuri listrik. Kasus ini menimpa seseorang di Jakarta lantaran ia mengisi baterai handphonenya di sebuah rusun. Hal tersebut ia lakukan ketika terjadi gempa di tasikmalaya, dan ia ingin mengabarkan kondisinya ke kerabat terdekat. Sedangkan baterai alat komunikasinya tersebut habis. Setelah selesai, tiba-tiba dibelakangnya sudah berdiri dua orang petugas polisi yang dengan segera menangkapnya.
Ditulis dalam Catatan Lepas | Bertanda Kriminalisasi KPK, Mafia Hukum, Rekayasa | Leave a Comment »
“mas, kompas masih ada?”, tanyaku pada penjual koran depan kompleks. Maklum hari itu adalah hari ketika SBY dilantik kembali menjadi presiden. Opini yang berkembang di masyarakat pasti beragam, tidak hanya pro dan kontra.
“masih mas“, jawab sang penjual sambil menata tumpukan koran. Seketika mataku tertuju ke salah satu harian, karena media itu tidak menjadikan momen pelantikan SBY yang meriah itu sebagai headline news. “Ibu-Ibu Deklarasikan Klub Poligami”, tulis harian itu besar-besar di halaman pertamanya. Dibawahnya terdapat foto besar yang menggambarkan seorang laki-laki yang menggandeng tiga orang istri beserta anak-anaknya dengan wajah yang sumringah, menunjukkan kebahagiaan.
“Ini lho bu, poligami itu boleh kan“, kata lelaki penunggu warung kopi pada istrinya, sambil menunjuk harian tadi. Kabarnya ia sudah mempunyai dua orang istri. Anaknya yang masih kecil sedang tertidur pulas di pangkuan ibunya. Dua anaknya yang lain sedang asyik berkejaran satu sama lain.
Aku yang sempat mendengar perkataan lelaki itu hanya bisa bergumam, “boleh dengkulmu krowak!” Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas | Bertanda poligami | Leave a Comment »
Perjalananku sampai pada Monsanto, sebuah industri raksasa agrobisnis, di negeri Paman Sam. Geram dengan kerakusan dan kebengisannya yang dengan semena-mena mencabut hak hidup petani dengan dalih bioteknologi. Kemudian terbang kembali ke Sleman, Yogyakarta, mendengar keluh kesah petani yang terjebak dalam arus pasar bebas dengan berbagai macam aturan “manis”-nya. Tetapi perjalananku terhenti di kampung Dukuh, Cikelet, Jawa Barat. Takjub melihat keserasian penduduk kampungnya dengan alam. Ternyata kearifan lokal telah menjaga kampungnya dari efek buruk globalisasi. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas | 4 Komentar »
Pesta demokrasi kembali di gelar hari ini. Setelah sebulan penuh para capres dan cawapres “berjualan” visi, misi, program dan janjinya, kali ini ganti rakyat yang akan menentukan siapa pemimpin yang akan dipilihnya menjadi presiden republik tercinta ini. Hari inilah kedaulatan rakyat Indonesia ditunjukkan, setiap orang yang mengaku sebagai warga negara Indonesia yang sah memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk memilih pasangan presiden dan wapres yang akan mengelola negara ini selama lima tahun kedepan. Tua – muda, kaya – miskin, pria – wanita tidak ada bedanya dalam sistem demokrasi, semuanya memiliki hak yang sama untuk menentukan pemimpinnya. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Politik | Bertanda demokrasi, pilpres | Leave a Comment »
UNAS tahun ini menyisakan tangis yang dalam. Sebanyak 33 sekolah 100% tidak lulus ujian akhir yang serentak diselenggarakan di seluruh Indonesia. Isu yang tidak sedap kemudian muncul, bahwa siswa-siswa di sekolah tidak lulus karena mendapat bocoran jawaban soal UNAS dari gurunya sendiri yang sayangnya bocoran tersebut banyak yang salah. Melihat kasus ini, dinas pendidikan nasional (diknas) kemudian bertindak reaktif, dengan mengadakan ujian ulang untuk ke 33 sekolah tersebut. Sontak, banyak sekali yang protes terhadap solusi yang diberikan oleh diknas ini, hingga masalah ini sampai ke meja dewan di senayan.
Kita turut berduka atas kejadian ini. Dimana bangsa kita sedang berupaya untuk meningkatkan martabat bangsa ini melalui pendidikan, ternyata implementasinya tidak seperti yang kita harapkan. Tidak hanya secara akademik (nilai UNAS), tetapi juga secara moral, anak-anak kita sejak dini sudah di ajari cara-cara yang tidak jujur. Tidak mengherankan jika pemberantasan korupsi melalui berbagai cara mulai dari reformasi birokrasi sampai pembersihan di wilayah kejaksaan sendiri sulit untuk dilakukan. Ketidakjujuran ini seolah-olah sudah begitu mengakar, warisan penjajah ini sudah sangat menyatu dengan tubuh bangsa kita. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Surabaya, di usianya yang telah udzur, semakin bersolek. Di tengah kota, telah tercipta beberapa taman kota yang menjadi jujukan para warganya. Pancuran di pertigaan jalan, tugu dan art corner di jalur hijau. Asri, sejuk dan rindang. Sebagai penawar rasa kejenuhan dari rutinitas kota yang seakan tak ada habisnya. Trotoar di jantung kota diperlebar, memanjakan para pejalan kaki. Bibir Sungai mulai ditata, sehingga tampak keindahannya, layak menjadi media transportasi dan rekreasi. Pujasera di mana-mana, cocok bagi pelancong kuliner yang ingin merasakan nikmatnya makanan khas Surabaya. Sport center mulai dibangun di sudut kota, yang memberikan kenyamanan bagi warganya untuk berolah raga. Mall-mall bertaburan, semakin memantapkan visi Surabaya trade center, pusat perdagangan.
Tapi, ada sedikit sesal dalam hati. Bahwa itu semua tidak dapat dinikmati wargannya sendiri. Bahwa itu dibangun di atas cucuran tangis dan nyawa penduduknya. Bahwa keindahan itu hanya semu, keasrian itu hanya luka yang membara. Salahkah jika ku bertanya, apakah rela kau membangun taman yang begitu megah, menghabiskan bermilyar-milyar dana, tapi di perempatan jalan, anak kecil sedang mengais rejeki untuk makan esok hari? Apakah rela kau menata sungai sehingga tampak asri, tapi di depannya seorang ibu berjalan tak tentu arah, bingung mencari tempat singgahan, karena rumahnya digusur? Kuyakin, Surabayaku masih punya nurani. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan Lepas | Bertanda surabaya | Leave a Comment »
“waktu itu saya merasa terpuruk sekali mas.. “, dengan mimik serius rekan baruku itu mengungkapkan pengalamannya. “Saya sampai tidak ada semangat untuk hidup.. berhari-hari saya kerjaannya melamun, hingga motor saya hilang karena itu“, lanjutnya. “saya waktu itu memang bodoh mas, sudah tahu bahwa ia sudah punya tunangan, eh, saya tetap nekat mengejarnya.. jadinya ya saya patah hati sedalam-dalamnya“, Kenangnya. “butuh waktu berbulan-bulan untuk mengembalikan kondisi awal saya, semangat awal saya“. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Uncategorized | Bertanda Cinta, demokrasi | 4 Komentar »
“mas besok datang ya di lab meeting..“, undang adik kelasku yang sedang sibuk menyelesaikan TA (Tugas Akhir)-nya. “lab meeting? semantic? di lab riset ya? ada pak Daniel sama bu Yuhana? trus sapa aja yang datang?“, tanyaku bertubi-tubi. “ya mas, ntar ada anak-anak bimbingannya Pak Daniel sama bu Yuhana, nanti mas presentasi TA-nya mas dulu“, jelasnya. “Ok, ntar ta siapin“, jawabku memastikan. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Catatan IT | Bertanda GWT, java, netbeans | 3 Komentar »
Tulisan ini merupakan bahan yang saya susun ketika akan memberikan kuliah tentang Transport layer di UMM. Tulisan ini berkisar tentang apa itu transport layer, fungsi dan hubungan dengan layer dibawah dan di atasnya, serta konsep multiplexing dan demultiplexing dalam layer tersebut. Tulisan lengkapnya dapat di unduh disini.
Ditulis dalam Catatan IT | Leave a Comment »